Agiesta dan Dua Dunia Belajarnya, Bukti bahwa SMK Bisa!
Pesantren Nuris – Prestasi akademik dan ketekunan dalam mendalami ilmu agama berjalan beriringan dalam perjalanan M. Nurul Agiesta. Siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Nuris Jember asal Lampeji, Mumbulsari, Jember, tersebut berhasil mengkhatamkan tiga kitab kuning sekaligus dalam Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 Pondok Pesantren Nuris Jember pada April 2026 lalu.
Tiga kitab yang berhasil dituntaskan Agiesta ialah 101 Hadis, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah. Pencapaian itu menjadi catatan tersendiri karena diraih bersamaan dengan aktivitas akademiknya yang juga cukup menonjol di jurusan TSM.
Di lingkungan sekolah, Agiesta dikenal memiliki kemampuan akademik yang baik. Ia beberapa kali berhasil menempati peringkat teratas di kelas. Kemampuannya di bidang kejuruan juga mendapat kepercayaan untuk mewakili SMK Nuris Jember dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang TSM.
Kesibukan mempersiapkan diri dalam pembelajaran kejuruan dan kompetisi tidak membuat Agiesta meninggalkan kegiatan mengaji di pondok. Ia tetap menjalani rutinitas sebagai santri dan mengikuti kajian kitab kuning. Dua sisi tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam kesehariannya sebagai siswa sekaligus santri.
(Baca juga: Menapaki Jejak Pendahulu, Keluarga Besar SMK Nuris Jember Ziarah ke Makam Dua Mantan Kepala Sekolah)
Menariknya, pencapaian Agiesta tidak hanya lahir dari kemampuan akademik. Ia juga berusaha menjaga sikap takzim kepada guru. Dalam proses belajar di sekolah maupun pondok, penghormatan kepada guru menjadi salah satu hal yang ia pegang. Baginya, ilmu tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami pelajaran, tetapi juga dengan bagaimana seseorang menjaga adab kepada orang yang memberikan ilmu.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa mengkhatamkan tiga kitab sekaligus mengikuti Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10. Saya juga berterima kasih kepada para kiai, ustaz, guru, dan orang tua yang selalu membimbing, mendoakan, serta mendukung saya. Semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat dan prestasi yang saya raih bisa menjadi motivasi untuk terus belajar,” ungkap Agiesta.
Ketiga kitab yang dikhatamkannya memiliki pembahasan yang berbeda. 101 Hadis menjadi bagian dari pembelajaran hadis, sedangkan Ta’lim Muta’allim mengajarkan adab dan tata cara dalam menuntut ilmu. Sementara itu, Safinatunnajah menjadi salah satu kitab yang memberikan dasar pembelajaran fikih.
Keberhasilan Agiesta menyelesaikan tiga kitab sekaligus menunjukkan kemampuannya membagi waktu di tengah berbagai aktivitas. Ia tidak hanya berfokus pada pelajaran kejuruan, tetapi juga tetap memberi ruang bagi pendidikan keagamaan yang dijalaninya di pondok.
Pengalaman mengikuti LKS TSM juga menjadi bagian penting dalam perjalanan belajarnya. Kompetisi tersebut menuntut kesiapan dan kesungguhan dalam mengembangkan kemampuan di bidang yang dipelajari. Di sisi lain, rutinitas mengaji memberikan ruang bagi Agiesta untuk memperdalam ilmu agama dan membangun karakter.
Wisuda Kitab dan Tahfiz ke-10 akhirnya menjadi momentum yang mempertemukan dua sisi perjalanan pendidikan Agiesta. Di satu sisi, ia menunjukkan prestasi di bidang akademik dan kejuruan. Di sisi lain, ia berhasil menyelesaikan tiga kitab kuning sekaligus.
Bagi SMK Nuris Jember, kisah Agiesta menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat melahirkan siswa yang berkembang secara seimbang. Prestasi di kelas, pengalaman mengikuti kompetisi, ketekunan mengaji, serta sikap takzim kepada guru menjadi rangkaian yang membentuk perjalanan pendidikannya. (MFAF.Red)
Nama : M. Nurul Agiesta
Kelas : XII TSM
Alamat : Lampeji, Mumbulsari, Jember
Hobi : mengutak-atik motor
Cita-cita : mekanik
Lembaga : SMK Nuris Jember
Prestasi : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)
Riwayat Prestasi:
- Juara 3 Video Konten dalam Rangka “Pekan Komunikasi” Tingkat Nasional yang Diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (2024)
- Peringkat 1 Kelas XI TSM SMK Nuris Jember Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025
