Kiprah Seorang Guru Sekolah Dasar dalam Menanamkan Nilai Keagamaan
Pesantren Nuris – Peran guru sekolah dasar tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak generasi sejak dini. Hal ini tergambar dari sosok seorang alumni SMA Nuris Jember yang kini mengabdikan diri sebagai guru Pendidikan Agama Islam di tingkat sekolah dasar.
Berangkat dari Tempurejo, Jember, ia menapaki jalan pengabdian dengan penuh kesadaran bahwa dunia pendidikan adalah ladang amal yang luas. Pilihan untuk mengajar di sekolah dasar bukanlah tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya memberikan bekal keagamaan sejak usia dini.
Dalam kesehariannya, ia tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi para siswa. Setiap materi yang disampaikan tidak hanya bertujuan untuk dipahami, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengakui bahwa menjadi guru sekolah dasar memiliki tantangan tersendiri. “Alhamdulillah, perasaannya bisa menjadi guru PAI itu ada rasa senang, tapi lebih banyak tantangannya. Sekitar 10% senang dan 90% tertantang, karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghadapi karakter siswa yang beragam,” ungkapnya.
(Baca juga : Ini Dia Pengumuman Beasiswa Unggulan SMA Nuris Jember Gelombang 2)
Tantangan tersebut justru menjadi ruang pembelajaran yang berharga. Ia belajar untuk lebih sabar, kreatif, dan mampu memahami kebutuhan setiap siswa. Baginya, setiap anak memiliki keunikan yang harus dihargai dan dibimbing dengan pendekatan yang tepat.
Selain mengajar, ia juga tetap menjalani aktivitas sederhana sebagai petani. Keseimbangan antara dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari ini menjadikannya pribadi yang lebih tangguh dan rendah hati dalam menjalani kehidupan.
Nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di pesantren menjadi bekal utama dalam menjalankan perannya sebagai guru. Ia merasa bahwa kehidupan pesantren telah membentuk dirinya menjadi lebih baik.
“Hikmah menjadi anak pesantren, saya belajar untuk tidak pilah pilih pekerjaan. Selama saya mampu dan itu baik, maka saya jalani dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Baginya, menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi juga bentuk pengabdian. Setiap ilmu yang disampaikan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
Ia juga menekankan pentingnya keikhlasan dalam mengajar. Menurutnya, tanpa keikhlasan, proses pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu, ia selalu berusaha menanamkan niat yang lurus dalam setiap langkahnya.
Di akhir, ia menyampaikan pesan sederhana namun bermakna bagi generasi muda, khususnya para siswa. “Usahakan setiap keinginanmu, dan percayalah bahwa Tuhan tidak tidur,” pesannya.
Kisah ini menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dengan ketulusan, kesabaran, dan semangat belajar, seorang guru sekolah dasar mampu memberikan dampak besar bagi masa depan generasi penerus. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pendidikan yang terus ditanamkan di SMA Nuris Jember. [RY.Red]
Nama : Muhamad Farhan Zaki, S.Pd.
Alamat : Tempurejo, Jember
Lembaga : SMA NURIS JEMBER
Tahun Lulus : 2020
Kuliah : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Tahun Wisuda : 2026
Pekerjaan : Guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Curahnongko 04, Tempurejo, Jember
