Fokus Studi, Bekal Ngaji Kitab Kuning di Pesantren Aplikatif di Bangku Kuliah dan Karier
Pesantren Nuris – Bekal kemampuan mengaji kitab kuning selama belajar di MTs dan MA Unggulan Nuris menjadi nilai lebih dan memuluskan Noer Zulfa Jauhariyah sukses meraih gelar sarjana hukum sekaligus menjadikannya sebagai lulusan berprestasi dengan predikat cum laude di UIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Jakarta.
Riahan skor Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraih oleh Zulfa, sapaan akrab santriwati cerdas ini nyaris sempurna yakni, 3,96. Fantastis bukan? Kesuksesan Zulfa menuntaskan studi sarjana ini ditandai dengan skripsi berjudul “Itsbat Poligami dan Perlindungan Anak dalam Putusan Pengadilan Agama (Studi Putusan No 0159/Pdt.G/2020/PA.DPK)” yang telah disidangkannya di hadapan dosen penguji pada 29 Januari 2026 lalu.
Setelah menuntaskan urusan administrasi di kampus UIN Syahid Jakarta, bulan Mei 2026 mendatang gadis kelahiran Januari 2004 ini akan mengikuti prosesi wisuda dan mengukuhkannya sebagai seorang sarjana hukum. Usaha dan proses belajar yang tekun oleh Zulfa akhirnya terbayar lunas dengan hasil belajar yang maksimal.
“Perasaan saya campur aduk, tapi didominasi rasa senang dan lega. Senang karena akhirnya perjuangan riset skripsi saya tentang hukum keluarga kemarin selesai dengan baik. Tapi di sisi lain, saya juga merasa tertantang. Lulus kuliah itu buat saya bukan ‘finish’, tapi justru gerbang awal buat mempraktikkan semua teori hukum dan pengalaman observasi yang saya dapetin ke dunia kerja yang sebenarnya.” Tukas Zulfa.
(baca juga: Alumni MA Unggulan Nuris Sukses Berkarier Jadi ASN BPS Nabire Usai Tamat Politeknik Statistika STIS)
“Jujur, fokus utama saya pas kuliah itu emang di akademik supaya dapet IPK yang memuaskan. Selama kuliah, saya memang sangat serius mendalami hukum khususnya dalam bidang hukum keluarga baik dari hukum Islam maupun hukum nasional. Ketika kuliah ternyata ilmu yang belajar di pondok sangat dipakai soalnya di kuliah juga belajar kitab kuning untuk mencari dasar hukum.” Imbuhnya.
Selama kuliah, ia terkesan ketika menjalani praktik peradilan semu atau observasi kasus langsung di pengadilan. Ketika observasi dan praktik secara berkelompok, ia bersama tim dituntut untuk menyatukan ide dalam mengungkap solusi berbagai kasus dan melepas sisi egois pribadi.
“Rencana saya setelah lulus ingin mengejar karier di dunia peradilan. Cita-cita besar saya adalah menjadi Hakim di Pengadilan Agama. Makanya, sekarang saya lagi fokus-fokusnya mempersiapkan diri untuk ikut seleksi CPNS Calon Hakim (Cakim).” Tutup santri asal Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember ini.[AF.Red]
Nama : Noer Zulfa Jauhariyah, S.H.
Lembaga : MTs Unggulan Nuris, tahun 2018; MA Unggulan Nuris, Jurusan PK, tahun 2022
Kuliah : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, S-1 Jurusan Hukum Keluarga
