Faruq Dwi Anggara, Santri Otomotif SMK Nuris yang Sukses Tembus Kampus Negeri dan Khatamkan 3 Kitab Kuning

Faruq Dikenal Sebagai Siswa yang Tenang, tetapi Menghanyutkan

Pesantren Nuris – Kesibukan sekolah dan aktivitas pesantren tak menjadi penghalang bagi Muhammad Faruq Dwi Anggara untuk terus berkembang. Siswa kelas XII jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMK Nuris Jember ini berhasil menorehkan dua pencapaian sekaligus di akhir masa belajarnya. Selain sukses mengkhatamkan tiga kitab kuning, Faruq juga diterima di Program Studi Mesin Otomotif Politeknik Negeri Jember melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Pemuda asal Ledokombo, Jember, tersebut dikenal sebagai siswa yang rajin dan konsisten dalam menjalani keseharian. Di tengah rutinitas sekolah, praktik jurusan, hingga kegiatan pesantren yang cukup padat, Faruq tetap mampu menjaga semangat belajar dengan baik.

Prestasi mengkhatamkan tiga kitab kuning menjadi salah satu pencapaian yang paling membanggakan dalam perjalanan mondoknya di Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. Proses belajar kitab kuning bukan perkara singkat. Dibutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta kemauan untuk terus belajar agar mampu memahami isi kitab yang dipelajari.

Selama di pesantren, Faruq termasuk santri yang tekun mengikuti pembelajaran kitab. Sikap itulah yang membuat kemampuan kitabnya berkembang dengan baik hingga akhirnya berhasil menyelesaikan tiga kitab kuning sebelum lulus, yakni kitab 101 Hadis, Ta’lim Muta’allim, dan Safinatunnajah.

(Baca juga : Belajar, Mengaji, dan Berkarya: Bili Tutup Masa Belajar di SMK Nuris Jember dengan Khatam 3 Kit)

Tak hanya menonjol di bidang keagamaan, Faruq juga memiliki kemampuan akademik yang cukup baik. Ia pernah meraih peringkat tiga di kelasnya, sebuah pencapaian yang menunjukkan kesungguhannya dalam mengikuti pembelajaran di sekolah formal.

Menurut para guru, Faruq merupakan siswa yang tenang, disiplin, dan mudah diarahkan. Ia tidak banyak bicara, tetapi selalu menunjukkan tanggung jawab melalui tindakan dan hasil belajar yang diraih.

Keberhasilannya diterima di Politeknik Negeri Jember melalui jalur SNBP menjadi bukti bahwa kerja keras yang dijalaninya selama ini membuahkan hasil. Program Studi Mesin Otomotif yang dipilihnya juga sesuai dengan minat dan kemampuan yang telah ia tekuni sejak berada di bangku SMK.

Meski berhasil meraih berbagai pencapaian, Faruq tetap dikenal rendah hati. Ia justru menganggap proses belajar di pesantren sebagai bagian paling penting yang membentuk dirinya hingga saat ini.

Saat diwawancarai setelah prosesi wisuda kitab, Faruq menyampaikan pandangannya tentang perjalanan belajarnya dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna.

“Menurut saya, belajar itu mirip memperbaiki mesin. Kadang ada bagian yang sulit dipahami, kadang harus diulang berkali-kali sampai benar-benar jalan. Dari situ saya belajar kalau proses yang lambat bukan berarti gagal, asalkan tetap mau bergerak dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

Keberhasilan Faruq diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus semangat belajar dan tidak takut menjalani proses panjang. Ia menjadi gambaran bahwa ketekunan dan konsistensi mampu membawa seseorang menuju banyak pencapaian sekaligus. Dari ruang kelas, majelis kitab, hingga gerbang perguruan tinggi negeri, Faruq berhasil membuktikan bahwa usaha yang dijalani dengan sungguh-sungguh akan menemukan hasil terbaiknya pada waktu yang tepat. (MFAF.Red)

 

Nama                      : Muhammad Faruq Dwi Anggara

Kelas                      : XII TSM

Alamat                   : Ledokombo, Jember

Hobi                       : Belajar mesin motor

Cita-cita                : Teknisi andal

Lembaga              : SMK Nuris Jember

Prestasi                : Khatam 3 Kitab (101 Hadis, Ta’limul Muta’allim, dan Safinatun Najah)

Riwayat Prestasi : Peringkat 3 Kelas XI TSM SMK Nuris Jember Semester Ganjil Tahun Ajaran 2024/2025

Related Post