Menghadapi tantangan murojaah dan menjaga semangat menjadi penghafal Al-Qur’an
Pesantren Nuris — Albiana Virlie Meylinda menjadi salah satu santri tahfidz yang terus menunjukkan semangat dan ketekunan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Siswi kelas XII D di MA Unggulan Nuris Jember ini dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tekun, dan memiliki semangat besar untuk terus belajar serta istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an.
Putri dari pasangan Bapak Abd Rahman dan Ibu Supiyati ini menjalani program tahfidz dengan paket hafalan 10 juz. Perjalanan menjaga hafalan tersebut tentu tidak mudah, karena membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan perjuangan yang terus dilakukan setiap hari.
Di tengah aktivitas sekolah dan kegiatan pesantren, Albiana tetap berusaha menjaga semangat menghafalnya. Ia memiliki hobi mengaji dan memasak. Baginya, mengaji bukan hanya menjadi kewajiban sebagai santri, tetapi juga menjadi kegiatan yang memberikan ketenangan hati. Sementara itu, memasak menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu luang dan menghilangkan rasa penat setelah menjalani aktivitas yang padat.
Motivasi terbesar Albiana dalam menghafal Al-Qur’an adalah keinginannya untuk memberikan mahkota kehormatan kepada kedua orang tuanya kelak di akhirat. Harapan tersebut menjadi alasan kuat yang membuatnya terus bertahan dan berusaha istiqomah dalam menjaga hafalan.
(Baca juga : Tidak Ada Mantan Penghafal Al-Qur’an Semangat Thufail Siswa MA Unggulan Nuris Bikin Salut)
Dalam proses menghafal, Albiana mengaku pernah mengalami berbagai kesulitan. Salah satu tantangan yang paling sering dirasakannya adalah ketika tidak memiliki hafalan yang siap disetorkan atau ketika hafalannya belum lancar. Kondisi tersebut terkadang membuat dirinya merasa kurang percaya diri dan khawatir tertinggal dari teman-temannya.
Namun, Albiana tidak menjadikan kesulitan itu sebagai alasan untuk menyerah. Ia terus mencoba memperbaiki hafalan sedikit demi sedikit dengan penuh kesabaran. Menurutnya, setiap penghafal Al-Qur’an pasti memiliki proses dan tantangan masing-masing sehingga yang paling penting adalah terus berusaha dan tidak berhenti belajar.
Metode hafalan yang digunakan Albiana cukup sederhana, yaitu membaca ayat terlebih dahulu sebelum mulai menghafalnya. Dengan cara tersebut, ia merasa lebih mudah memahami susunan ayat dan lebih cepat mengingat hafalan yang dipelajari. Meskipun sederhana, metode ini membantunya menjaga konsistensi dalam proses tahfidz.
Selain aktif dalam dunia tahfidz, Albiana juga pernah mengikuti lomba bahasa Arab tingkat internal sekolah. Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih Juara 2. Prestasi ini menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya memiliki kemampuan dalam bidang tahfidz, tetapi juga mampu berprestasi dalam bidang akademik dan bahasa.
Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman berharga yang menambah semangat Albiana untuk terus berkembang dan mencoba berbagai hal positif selama menempuh pendidikan di pesantren dan madrasah. Ia percaya bahwa setiap pengalaman akan memberikan pelajaran penting untuk masa depan.
Ke depan, Albiana memiliki harapan besar agar dirinya dapat terus istiqomah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Baginya, menjaga hafalan jauh lebih sulit daripada menghafalnya, sehingga dibutuhkan niat yang kuat dan usaha yang terus dilakukan setiap hari.
Selain ingin menjaga hafalan dengan baik, Albiana juga memiliki cita-cita melanjutkan kuliah di UIN KHAS Jember. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia bercita-cita menjadi seorang guru agar dapat membagikan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya kepada banyak orang.
Cita-cita tersebut menunjukkan bahwa Albiana ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Ia berharap ilmu yang dipelajarinya selama ini dapat menjadi jalan untuk membantu dan mendidik generasi berikutnya.
Dalam pesan motivasinya, Albiana mengajak seluruh santri dan pelajar untuk tetap semangat dalam menghafalkan Al-Qur’an. Menurutnya, proses menghafal memang tidak selalu mudah, tetapi setiap usaha yang dilakukan akan memberikan hasil yang indah di kemudian hari.
Albiana Virlie Meylinda menjadi inspirasi bagi banyak siswa bahwa perjuangan menjaga hafalan Al-Qur’an membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang luar biasa. Meski sering menghadapi rasa lelah dan kesulitan dalam murojaah, ia tetap berusaha melangkah dan memperbaiki diri setiap hari.
Perjalanan Albiana juga membuktikan bahwa seorang santri mampu berkembang dalam banyak bidang sekaligus. Tidak hanya menjaga hafalan, tetapi juga mampu berprestasi dalam lomba bahasa Arab dan tetap memiliki semangat besar untuk mengejar cita-cita masa depan.
Semoga perjalanan Albiana dalam menjaga 10 juz Al-Qur’an terus diberikan kemudahan dan keberkahan. Dengan semangat istiqomah dan niat yang tulus, ia diharapkan mampu meraih cita-cita serta menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi agama, keluarga, dan masyarakat di masa depan. [LA.Red]
Nama : Albiana Virlie Meylinda
Hobi : Mengaji & memasak
Cita2 : Guru
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember
Kelas Formal : XII D
Prestasi : Khatam 10 Juz
