Acara Tahunan Sebelum Kenaikan Kelas untuk Berikan Penghargaan Kepada Guru Inovatif
Pesantren Nuris – Menjelang berakhirnya tahun ajaran dan momentum kenaikan kelas, SMA Nuris Jember sukses menyelenggarakan agenda tahunan yang berupa Rapat Pleno Kenaikan Kelas sekaligus gelaran bergengsi Awarding Day Fun Learning Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Sabtu (27/6) dimulai tepat pukul 10.30 WIB di ruang kelas X-1 Brainy Class.
Agenda tahunan ini dihadiri langsung oleh Kepala SMA Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc., jajaran Wakil Kepala Sekolah, Tim Kurikulum, Tim Kesiswaan, jajaran bimbingan konseling (BK), seluruh guru mata pelajaran, hingga wali kelas. Di antaranya wali kelas X-1 Brainy Class, X-1 Tahfizh Kitab, X-2, X-3, X-4 Brainy Class, X-4 Tahfizh Kitab, X-5, serta jajaran wali kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI IPS 1, dan XI IPS 2. Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Iin selaku pembawa acara dengan pembacaan Ummul Kitab, Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi institusi sebagai penyegaran komitmen mutu pendidikan.
Pelaksanaan Rapat Pleno yang mulanya berjalan runtut membedah capaian akademis per kelas, dimulai dari kelas X-1 Brainy Class hingga X-4 Brainy Class, sempat dijeda secara kondisional. Penundaan sementara pleno tersebut dilakukan demi menyambut kehadiran Kepala Sekolah SMA Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi, Lc., guna membuka sekaligus menganugerahkan penghargaan pada sesi Awarding Day Fun Learning.
(Baca juga : Ikuti Restu Orang Tua, Nurul Hidayah Alumni SMA Nuris Jember Lolos Tadris IPS UIN KHAS Jember)
Dalam sambutannya, Gus Robith Qoshidi, Lc. menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap loyalitas dan profesionalisme para tenaga pendidik dalam mengimplementasikan metode pembelajaran interaktif sepanjang tahun ajaran ini.
“Jenengan semua memang guru yang hatinya benar-benar mendedikasikan diri sebagai pendidik. Melalui program ini, murid menjadi lebih aktif dan mampu mempraktikkan ilmu mereka secara langsung. Saat mengamati SMARIS, saya melihat guru-guru sangat kompak, sehingga berdampak bagi penambahan siswa baru pada tahun pelajaran selanjutnya. Lalu, kegiatan fun learning berjalan dengan sangat baik, dan tingkat keaktifan guru luar biasa. Penghargaan (awarding) ini merupakan bentuk apresiasi tulus untuk guru-guru sekalian. Selain itu, dengan diterapkannya metode fun learning ini, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi proses pembelajaran pun menjadi jauh lebih menyenangkan,” ujar Gus Robith penuh bangga.
Berdasarkan data akumulatif inovasi pembelajaran yang dihimpun tim kurikulum, sepanjang Tahun Pelajaran 2025/2026 total fun learning sudah mencapai 99 kegiatan, yang terbagi ke dalam empat tahapan berkala, yakni Tahap 1 sebanyak 33 kegiatan, Tahap 2 sebanyak 32 kegiatan, serta Tahap 3 dan Tahap 4 yang masing-masing membukukan 17 kegiatan.
Puncak acara Awarding Day ditandai dengan pengumuman babak final kompetisi inovasi pembelajaran guru. Tiga pendidik terbaik berhasil menembus babak final, yakni Ibu Elisa Umami, S.Pd. (Guru Kimia), Ibu Khotamul Laili, S.Pd. (Guru BK), dan Bapak Ibnu Wicaksono, S.S. (Guru Bahasa Indonesia).
Gelar Juara 3 diraih oleh Ibu Khotamul Laili, S.Pd., melalui karya inovatif bertajuk “Mengenali Potensi dan Minat adalah Langkah Awal Menuju Impian dengan Penuh Makna” yang menerapkan model Experiential Learning dipadukan dengan metode diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media video pembelajaran dan kartu motivasi. “Jika ada niat yang kuat, kita pasti bisa mencapainya,” ungkap Ibu Laili saat menerima penghargaan.
Sementara itu, Juara 2 diraih oleh Ibu Elisa Umami, S.Pd., dengan inovasi berjudul “Penerapan Discovery Learning TGT dengan PhET Colorado dan Praktikum Konsep Mol”. Dalam praktiknya, ia mengombinasikan metode praktikum dan permainan berbasis media digital PhET serta teka-teki puzzle. Sembari merendah, Ibu Elisa berujar, “Sebenarnya saya berdiri di sini berkat dukungan teman-teman semua; saya banyak terinspirasi dari metode dan proses pembelajaran yang bapak-ibu guru terapkan saat fun learning di kelas.”
Predikat Juara 1 pada ajang tahun ini berhasil diraih oleh Bapak Ibnu Wicaksono, S.S., lewat gebrakan kreatifnya yang berjudul “Belajar Teks Drama dengan Gaya Wayang: Menghidupkan Tokoh, Menyuarakan Dialog, Menjalin Alur”. Menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan metode demonstrasi, ia sukses mengintegrasikan media konvensional berupa wayang dan gamelan dengan video pembelajaran modern. Selain memenangkan kompetisi Fun Learning tingkat lembaga, Pak Ibnu juga mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan sebagai juara Best Practice ke-1 di tingkat yayasan. “Saya bisa menyerap semua ilmu berharga ini dari bapak dan ibu guru karena tugas saya yang mengedit video-video pembelajaran luar biasa milik bapak-ibu semua,” kelakarnya yang disambut tepuk tangan riuh para hadirin.
Melalui momentum penganugerahan ini, Gus Robith Qoshidi, Lc. menaruh harapan besar agar semangat inovasi edukatif ini tidak berhenti sampai di sini. Beliau berharap agar kultur kompetitif yang sehat dan kekompakan kolektif para guru pendidik di SMA Nuris Jember terus dipertahankan serta ditingkatkan pada tahun-tahun ajaran berikutnya. Keberhasilan program Fun Learning ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi lahirnya ekosistem belajar yang semakin adaptif, bermakna, dan menyenangkan bagi seluruh siswa, sekaligus mengukuhkan posisi institusi dalam mencetak generasi emas yang unggul di masa depan. [ANF.Red]
