Raih Juara 1 Catur PORSENI UIJ 2026, Prestasi Beken Santri MA Unggulan Nuris Ini Inspiratif

Di MA Unggulan Nuris Semangat Pelajari Kitab Kuning, Mampu Luangkan Waktu Asah Talenta Bermain Catur

Pesantren Nuris – Talenta santri tak bisa diremehkan meski disela kesibukan mengaji kitab kuning dan mengkaji makna Al Qur’an di pesantren. Seperti Agil Rahmad Nur Hidayatullah, yang kini telah naik kelas XII A MA Unggulan Nuris, berhasil meraih juara 1 cabang lomba catur kategori putra ajang PORSENI UIJ 2026 di Universitas Islam Jember (UIJ) pada 14 Juni 2026 lalu.

Keberhasilan Agil, sapaan akrabnya di Pesantren Nuris Jember, meraih cabang lomba catur semakin menegaskan dominasi santri MA Unggulan Nuris di ajang PORSENI UIN tersebut. Pasalnya, mereka berhasil memborong 5 piala dari berbagai cabang lomba mulai dari speech, futsal, dan catur baik kategori putra maupun putri.

Nama-nama santri MA Unggulan Nuris yang memenangkan ajang PORSENI UIJ 2026 tersebut yakni, M. Vidic Alghanis sebagai pemenang 1 Speech; Dinda Dwi sebagai pemenang 3 Speech; juara 1 Futsal; dan Nurul Kaunaini Yuhyin Nufus sebagai pemenang 1 catur kategori putri sekaligus kategori putra.

(baca juga: Kualitas Tahfizul Qur’an MA Unggulan Nuris Berkelas, Taklukkan MTQ 2026 Tingkat Provinsi Bali)

“Sejak di bangku MTs Unggulan Nuris saya memang hobi bermain catur apalagi di sini ada kegiatan ekskulnya. Saya pun juga tak ragu melanjutkan ke MA Unggulan Nuris sebab agar bisa terus mengasah hobi catur saya. Selain itu, tujuan saya mendalami ilmu agama, kitab kuning membuat saya memilih berada di kelas unggulan kitab kuning.” Tukas Agil.

Catatan prestasi santri kelahiran Juli 2008 dalam bidang catur ini bukan kali pertama. Sebelumnya ia pernah meraih medali perunggu ajang Chess Home Tournament, juara 3 catur ajang PORSENI Kemenag Jember, hingga pernah dipanggi sebagai perwakilan Kabupaten Jember dalam ajang Kejurprov yang dilaksanakan di Kota Kediri.

(baca juga: Juarai LKTI Moderasi Beragama 2026 Tingkat Provinsi, Geliat Prestasi Santri MA Unggulan Nuris Bidang Literasi)

Meski memiliki potensi luar biasa dalam olah raga bidak catur tak lantas membuat putra kesayangan bapak Rahmad Wahyudi dan ibu Wahyu Nur Indah menggebu untuk menjadi atlet catur di masa depan. Ia menuturkan ini sebagai penyaluran hobi bukan untuk menjadi sorang atlet yang ambisius. Pasalnya, ia berharap kelak dapat menjadi sosok yang mampu mengajarkan agama di tempat tinggalnya di Slawu, Patrang, Jember.

“Sepertinya yang mondok di kampung saya cuma saya. Ada kebanggaan tersendiri saat saya liburan dan pulang ke rumah sering dimintai tolong untuk memimpin tahlil, imam salat, dan nida’ saat salat tarawih. Ya, semoga saya bisa menjadi orang yang berguna dan bermanfaat di lingkungan sekitar saya.” Tambahnya.

Kesempatan belajar di kelas unggulan kitab kuning benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh Agil. Ia berharap dapat menargetkan tambahan mengkhatamkan kitab yang belum tuntas seperti Fathul Qorib dan Alfiyah ibnu Malik setelah sebelumnya berhasil mengkhatamkan lebih dari 10 kitab kuning. Sebelum terjun di masyarakat, ia semangat membekali diri dalam ilmu maupun pengalaman kompetitif.[AF.Red]

Related Post