Santri Taruna Mulai Lagi! Dilatih Langsung oleh SECABA Rindam V/Brawijaya, Siswa SMK Nuris Jember Tempa Mental Disiplin Sejak Awal Tahun Ajaran

Santri Taruna Kembali Bergema di SMK Nuris Jember

Pesantren Nuris – Semangat baru mewarnai awal Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Nuris Jember. Pada Jumat (10/7/2026), sekolah kembali menggelar Program Santri Taruna yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dari jurusan TKJ maupun TO. Program pembinaan karakter tersebut diawali dengan pembekalan materi di Aula SMK Nuris Jember, kemudian dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris di halaman sekolah bersama pelatih dari Secaba Rindam V/Brawijaya.

Program Santri Taruna merupakan salah satu agenda pembinaan karakter unggulan di SMK Nuris Jember. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga berkarakter disiplin, bertanggung jawab, tangguh, serta memiliki loyalitas tinggi terhadap tugas dan lingkungan.

Setelah jam pertama, seluruh peserta memenuhi aula dengan mengenakan seragam pramuka lengkap. Suasana berlangsung tertib ketika para pelatih dari Secaba Rindam V/Brawijaya memberikan materi mengenai pentingnya kedisiplinan dan loyalitas sebagai bekal menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Dalam pemaparannya, pelatih menjelaskan bahwa disiplin bukan sekadar menaati aturan, melainkan kebiasaan untuk bertanggung jawab terhadap setiap amanah yang diberikan. Loyalitas pun dipahami bukan sebagai sikap mengikuti tanpa berpikir, tetapi sebagai komitmen untuk menjaga kepercayaan, bekerja dengan penuh integritas, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

(Baca juga: Di Balik Kesuksesan Kafur Masuk UIN KHAS, Ada Perjuangan Menamatkan 3 Kitab Kuning Selama Belajar di SMK Nuris Jember)

Seluruh siswa mengikuti sesi pembekalan dengan antusias. Mereka tampak menyimak setiap materi yang disampaikan serta aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemateri. Beberapa simulasi sederhana juga diberikan untuk menggambarkan pentingnya kerja sama, kepemimpinan, serta komunikasi dalam sebuah tim.

Usai mengikuti pembekalan di dalam aula, kegiatan dilanjutkan dengan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di halaman SMK Nuris Jember. Di bawah arahan pelatih, para siswa mempraktikkan berbagai gerakan dasar, mulai dari sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, hingga langkah tegap. Meskipun cuaca cukup terik, seluruh peserta tetap mengikuti latihan dengan penuh semangat.

Latihan baris-berbaris tersebut tidak hanya bertujuan melatih ketepatan gerakan, tetapi juga membangun kekompakan, konsentrasi, serta kemampuan bekerja sama. Para pelatih sesekali memberikan evaluasi terhadap setiap kelompok agar gerakan yang dilakukan semakin seragam dan disiplin.

Wakil Kepala SMK Nuris Jember Bidang Kesiswaan menjelaskan bahwa Program Santri Taruna menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, kompetensi yang dimiliki siswa akan semakin kuat apabila dibarengi dengan sikap disiplin dan mental yang tangguh.

“Kami ingin siswa SMK Nuris tidak hanya dikenal karena kemampuan akademik dan keterampilan kejuruannya, tetapi juga karena karakter yang kuat. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang disiplin, mampu bekerja sama, menghargai aturan, dan memiliki loyalitas terhadap tanggung jawabnya. Melalui Program Santri Taruna, kami berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut sejak awal tahun ajaran agar menjadi kebiasaan yang terus melekat dalam diri siswa,” ungkap Theriq Aziz Al Husein, S.Pd., Gr.

Kegiatan hari pertama berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Semangat para siswa menunjukkan kesiapan mereka mengikuti rangkaian Program Santri Taruna yang akan terus berlanjut sesuai agenda sekolah.

Melalui program ini, SMK Nuris Jember kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara kompetensi sekaligus kokoh dalam karakter. Dengan kolaborasi bersama pelatih dari Secaba Rindam V/Brawijaya, sekolah berharap para siswa mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, serta siap menghadapi berbagai tantangan di dunia pendidikan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. (MFAF.Red)

Related Post