Tak hanya Jago Baca Kitab, Santri MA Unggulan Nuris Raih Medali Emas Olimpiade Bahasa Indonesia OSSN 2026 Nasional

Semangat Santri Berprestasi di Madrasah Sejuta Prestasi, Fasilitas Terbaik Raih Masa Depan Gemilang

Pesantren Nuris – Di antara 18 medali OSSN (Olimpiade Sains Siswa Nasional) 2026 yang diraih oleh santri MA Unggulan Nuris, medali emas yang diraih oleh Afrin Naila Amni cukup mencuri perhatian. Pasalnya, ia tak hanya dikenal sebagai santri cerdas yang jago baca kitab, tetapi juga berprestasi di kancah nasional dengan medali emas olimpiade bahasa Indonesia.

Perlombaan bidang akademik yang dilaksanakan secara daring oleh Kompetisi Indonesia ini diselenggarakan pada 24 Mei 2026 lalu. Terdapat 50 soal bertipikal HOTS (High Order Thinking Skill) berupa opsional tunggal yang harus dikerjakan oleh ratusan peserta se-Indonesia termasuk salah satunya adalah Afrin Naila Amni tersebut.

(baca juga: Nyalakan Semangat Menjaga Hutan melalui Story Telling, Vidic Juara 1 English Festival 2026 di Sidoarjo)

“Pelajaran yang saya sukai sejak di MTs Unggulan Nuris dulu adalah bahasa Indonesia. Bukan soal gampang atau mudah, tetapi saya merasa senang saja hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran ini. Alhamdulillah setelah meraih medali perak olimpiade bahasa Indonesia PUSKANAS akhirnya sekarang meraih medali emas OSSN kemarin.” Tukas Afrin, sapan akrabnya.

Sedari bangku MTs Unggulan Nuris hingga kini belajar di kelas X A MA Unggulan Nuris, remaja kelahiran Juni 2010 ini telah berhasil mengkhatamkan 10 kitab kuning. Berada di kelas unggulan kitab kuning membuat Afrin menargetkan mengkhatamkan hafalan nazam Alfiyah ibnu Malik sebelum lulus dari pesantren.

(baca juga: Gasak Piala Baca Puisi Bahana Muharram 2026, Santri MA Unggulan Nuris Keren Banget)

Putri kesayangan bapak Moh. Fakhrurrozi Amni ini juga dikenal memiliki motivasi dan semangat belajar yang tinggi. Mampu menembus ketatnya seleksi berada di kelas unggulan kitab kuning menjadi salah satu bukti usaha keras untuk meraih impiannya tersebut. Sebelumnya ia juga pernah meraih juara 2 MQK (Musabaqah Qiroatil Kutub) Taqrib dan Juara 2 MHN (Musabaqah Hifdzun Nazam) Aqidatul Awam.

Prinsip yang dipegang teguh oleh santriwati asal Pace, Silo, Jember ini adalah “kegagalan adalah awal dari kemenangan”. Keberhasilannya meraih prestasi dan menggapai target kitab kuning bukan tanpa kegagalan. Namun, semangat dan mengingat kedua orang tua menjadi pemantik harapannya agar menjadi anak yang sukses di masa depan.

Di sela padatnya kegiatan pembelajaran di Pesantren Nuris Jember dan MA Unggulan Nuris, ia kerap meluangkan waktu untuk membaca beberapa novel dan menulis buku harian. Hobi literasi ini cukup ampuh mengusir rasa penat belajar bahkan mampu meningkatkan wawasan dan semangat belajar. Kelak ia berharap dapat melanjutkan studi sarjana di Universitas Brawijaya Malang.[AF.Red]

Related Post