Belajar dari Jajanan Lemper atau Bikang?

Penulis: Ahmad Zadun Naja

Setiap wanita selalu berusaha untuk tampil secantik mungkin. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengikuti trend fashion. Selain itu, wanita juga suka mix and match berbagai macam warna pakaian. Terkadang, karena berambisi untuk tampil cantik, mereka sering memadukan pakaian yang kurang pantas dilihat. Misalnya, memakai celana dan atasan ketat tetapi berjilbab, dan lain-lain. Hal tersebut ibarat jajanan tradisional lemper dan bikang.

(baca juga: Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bermimpi)

Lemper dan bikang begitulah masyarakat menyebutnya. Jajanan tersebut dibuat sebagai bentuk timbal balik seseorang yang memiliki acara kepada orang lain. Misalnya acara pernikahan, khataman Alquran, khitanan, dan lain-lain. Selain enak, untuk membuat kedua jajanan tersebut juga cukup mudah. Bahkan, pembuatan lemper dan bikang sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat pedesaan. Namun, jika dipikir secara mendalam, kedua jajanan tersebut memiliki pelajaran yang bisa digunakan sebagai motivasi seseorang, mengingat saat ini moral masyarakat semakin melemah terutama di kalangan remaja.

Saat ini, sering kita jumpai remaja wanita memakai pakaian yang tidak sesuai dengan identitas mereka. Padahal telah disebutkan dalam Alquran bahwa seorang wanita harus menutup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan (menutup aurat). Tidak sedikit dari mereka mementingkan style daripada memenuhi tuntunan Alquran. Mereka merasa cantik dan penuh gaya jika mengumbar auratnya. Penampilan remaja wanita tersebut menunjukkan bahwa mereka merupakan generasi bikang. Bikang merupakan jajanan yang hanya dibungkus plastic berwarna putih dan transparan, seakan-akan sama dengan penampilan seorang wanita yang mengumbar auratnya.

(baca juga: Belajar dari Kuda Goyang)

Berbeda dengan jajanan lemper.Selain isinya yang lezat,jajanan ini juga dibungkus sangat rapat. Mulai plastik warna sampai potongan daun pisang yang dibungkus dengan rapat serta model yang rapi dan cantik. Sama halnya dengan seorang wanita yang selalu menutup auratnya. Seandainya semua wanita menyadari akan hal tersebut, pasti semua akan berpenampilan sopan ibarat jajanan lemper. Memakai baju yang biasa tetapi menutup aurat. Semoga melalui  jajanan bikang dan lemper, kita bisa menambah wawasan tentang bagaimana berpakaian yang seharusnya dan sesuai dengan tuntunan Alquran bagi wanita.

Penulis merupakan siswa kelas XI PK A MA Unggulan Nuris. Penulis aktif sebagai anggota ekstrakurikuler Jurnalistik Website Pesantrennuris.net.

Related Post