Travel Story Akmal yang Buktiin Santri Serba Bisa dan Tetap Juara
Pesantren Nuris — Gelaran Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Jurumiyah dalam ajang MANBA’AN II tingkat sekolah kembali menjadi panggung pembuktian bagi para santri MA Unggulan Nuris Jember. Tahun ini, salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Akmal Fairus Sobi, siswa kelas XI B yang akrab disapa Akmal atau Obi, asal Dusun Langsepan, Jenggawah, Jember. Dengan kemampuan membaca kitab yang matang dan persiapan penuh kesungguhan, Akmal berhasil meraih Juara 1 MQK Jurumiyah dan menegaskan kembali bahwa semangat santri modern tetap berpijak pada kekuatan ilmu klasik yang menjadi ciri khas MA Unggulan Nuris.
Akmal, yang dikenal sebagai siswa aktif dengan hobi bermain sepak bola dan olahraga, menunjukkan bahwa minat terhadap aktivitas fisik tidak menghalanginya untuk mendalami ilmu nahwu dalam kitab Jurumiyah. Ia datang dengan semangat besar untuk menjadikan ajang MQK bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai wadah untuk mengekspresikan jati diri sebagai seorang santri. Baginya, mengikuti lomba ini adalah bentuk refleksi sekaligus cara untuk menjaga kontribusi kecilnya terhadap bangsa melalui jalur keilmuan yang selama ini ia pelajari.
Ketika ditanya apa yang menjadi motivasi utamanya mengikuti lomba ini, Akmal menyebut sebuah kalimat yang sangat ia pegang teguh: الجميلُ الجمالُ العِلْمِ وَالأدَبِ. Baginya, keindahan sejati bukan terletak pada penampilan ataupun pencapaian duniawi, tetapi pada keindahan ilmu dan adab. Prinsip itu ia jadikan pegangan untuk terus berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjaga sikap rendah hati dan menghargai lawan.
(Baca juga : Santri MA Unggulan Nuris Asal Bali Tak hanya Hafizah, juga Berprestasi Bidang MFQ Ma’rifah 2025)
Namun, perjalanan menuju kemenangan tidak selalu berlangsung mulus. Akmal mengakui bahwa salah satu kesulitan paling lucu sekaligus mengganggu adalah kehilangan fokus di tengah proses latihan karena pikiran tiba-tiba melayang pada seseorang, sementara orang tersebut ternyata sibuk memikirkan orang lain. Momen itu ia ceritakan sambil tertawa, tetapi justru dari situ ia belajar bahwa seorang peserta lomba harus memiliki mental yang kuat agar tidak mudah goyah oleh hal-hal kecil yang menyinggung perasaan.
Untuk persiapannya, Akmal benar-benar memperhatikan pengulangan materi. Ia mengulang-ulang pelajaran dasar Jurumiyah, memastikan bahwa setiap bab, definisi, contoh, dan kaidah dapat ia pahami dengan benar. Ia juga tak segan bertanya kepada guru atau teman yang lebih ahli setiap kali ada bagian yang belum ia pahami. Proses ini ia lakukan secara konsisten, tidak terburu-buru, dan selalu ditopang oleh doa agar apa yang dipelajari bisa melekat dengan kuat.
Ketika hari lomba tiba, Akmal tampil dengan percaya diri sekaligus perasaan was-was yang wajar. Namun, suasana kompetisi yang berjalan sportif dan penuh semangat membuatnya merasa nyaman. Ia bahkan mengaku bangga bisa bertemu dan berkompetisi dengan peserta hebat lainnya karena pengalaman seperti itulah yang membuat semangat belajarnya semakin hidup. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga ruang untuk bertemu para pejuang ilmu yang memiliki tujuan serupa: mengasah kapasitas diri melalui kitab kuning.
Setelah melalui seluruh rangkaian penilaian, Akmal diumumkan sebagai Juara 1 MQK Jurumiyah. Pengumuman itu menjadi momen yang membuat Akmal merasa sangat bersyukur. Bagi dirinya, kemenangan ini adalah hasil kerja keras, doa, dan dorongan dari banyak pihak. Ia menyampaikan terima kasih kepada guru-guru, teman seperjuangan, dan siapa pun yang sudah memberikan dukungan selama ia berproses. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan cepat puas dan akan terus belajar agar kemampuan membaca kitabnya semakin mendalam dan bermanfaat.
Dalam pesannya untuk pihak sekolah, Akmal berharap Yayasan tetap konsisten mengadakan kompetisi seperti ini di masa mendatang karena menurutnya ajang-ajang seperti MQK sangat dibutuhkan untuk mengasah kemampuan santri. Ia juga menyampaikan harapan lucu namun penuh semangat, yakni semoga hadiah lomba ke depan bisa lebih mewah sebagai bentuk apresiasi atas jerih payah peserta.
Di luar dunia perlombaan, Akmal aktif mengikuti berbagai ekstrakurikuler seperti Paskibra, PMR, dan Khitobah. Aktivitas yang beragam ini membuatnya semakin terbiasa memupuk disiplin dan keberanian tampil di depan umum. Tidak heran jika karakter percaya diri dan ketekunannya membawa ia pada kemenangan dalam lomba MQK tahun ini.
Dengan prestasi yang ia capai, Akmal memberikan contoh nyata bahwa seorang santri bisa hebat di banyak bidang: aktif berolahraga, terlibat di organisasi, dan tetap menjadi juara dalam literatur keilmuan klasik. Prestasinya menjadi kebanggaan bagi kelas XI B, bagi guru-guru, dan tentu saja bagi MA Unggulan Nuris yang terus menghasilkan generasi berilmu, beradab, dan berprestasi.
Akmal menutup perjalanannya dengan kalimat penuh syukur. Ia mengatakan bahwa semua upaya yang ia lakukan adalah bentuk penghargaan terhadap potensi yang Allah berikan. Ia berjanji akan terus berusaha lebih keras, lebih konsisten, dan lebih ikhlas dalam belajar agar prestasi yang ia raih menjadi pijakan untuk langkah-langkah berikutnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri MA Unggulan Nuris selalu mampu menghadirkan kejutan baru, dan salah satunya datang dari Akmal Fairus Sobi siswa yang berhasil menggabungkan semangat olahraga, ketekunan belajar, dan kedisiplinan khas santri hingga akhirnya menorehkan kemenangan di panggung MQK MANBA’AN II. [LA.Red]
Nama : Akmal Fairus Sobi
Hobi : sepak bola dan olahraga
Cita2 : Pengusaha ternak sukses
Lembaga : MA Unggulan Nuris Jember (XI B)
Prestasi : Juara 1 MQK Jurumiyah “MUSABAQAH QIRA’ATUL KUTUB (MQK) & MUSABAQAH HIFDZUN NAZHAM (MHN)” tingkat Sekolah yang diselenggarakan oleh MA Unggulan Nuris
