Berbekal Konsentrasi dalam Kesunyian, Siti Rizqiyatul Hasanah Sukses Khatam 16 Kitab
Pesantren Nuris – Suasana khidmat menyelimuti Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember pada Sabtu, 18 April 2026. Sebanyak ratusan santri mengikuti prosesi Wisuda Kitab dan Tahfizh ke-X yang digelar meriah di Masjid Baitunnur. Acara ini menjadi momen haru sekaligus Bahagia karena dihadiri langsung oleh para wali murid kelas XII dari lembaga SMA, MA, dan SMK Nuris Jember yang turut menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka.
Salah satu wisudawati yang mencuri perhatian adalah Siti Rizqiyatul Hasanah, siswi kelas XII SMA Nuris Jember, sekaligus siswi diniyah kelas 3C Tsaniyah. Gadis yang akrab disapa Kikik ini berhasil menuntaskan hafalan 16 kitab kuning. Di tengah kebahagiaan wisuda, sebelumnya Kikik juga membawa kabar membanggakan karena dirinya dinyatakan lolos seleksi SNBP pada program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP, Universitas Jember.
Gadis asal Kalisat, Jember ini merupakan alumni MTs Unggulan Nuris yang dikenal aktif di berbagai bidang. Di sela kesibukan akademiknya di SMA Nuris Jember, putri dari pasangan Bapak Busri dan Ibu Rosidah ini tetap konsisten mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dan Karya Ilmiah Remaja (KIR) Sosial. Kecintaannya pada dunia literasi dan hobi menulis menjadi bahan utama baginya dalam merajut mimpi besar.
(Baca juga : Dedikasi Alumni SMA Nuris Jember, Anggie Angraeni Sukses Raih Gelar Sarjana Biologi dengan Predikat Sangat Memuaskan)
“Saya memiliki cita-cita untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Bagi saya, menguasai kitab-kitab ini adalah fondasi spiritual sebelum saya melangkah jauh menuntut ilmu ke negeri orang,” ujar Kikik dengan nada optimis.
Perjalanan Kikik dalam menghatamkan 16 kitab, mulai dari Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 250 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, Fiqih Tradisionalis, tidaklah instan. Ia mengungkapkan bahwa setiap santri memiliki cara unik dalam belajar, dan bagi Kikik, ketenangan adalah kunci utama.
“Dalam menghafal, saya cenderung memilih suasana yang sunyi. Saat kondisi sekitar tenang, pikiran menjadi lebih fokus sehingga menghafal kitab lebih cepat meresap dan menancap di ingatan,” ungkap siswi yang hobi menulis tersebut.
Meski sukses mencapai target 16A kitab, Kikik mengakui bahwa proses menghafal merupakan tantangan terberatnya. Namun, rintangan itu ia hadapi dengan ketekunan. “Kesulitan pasti ada, terutama saat menjaga konsistensi hafalan agar tidak terlupa. Namun dukungan orang tua dan guru membuat saya terus bertahan,” tambahnya.
Selama mengenyam pendidikan di Pesantren Nuris Jember, Kikik merasakan perubahan besar dalam dirinya. Baginya, hikmah terbesar menjadi santri adalah kesempatan untuk mendalami ilmu agama secara lebih mendalam. Ia pun menaruh harapan besar agar kualitas pendidikan di almamater tercintanya terus meningkat.
“Harapan saya, semoga sistem pembelajaran di Nuris ke depannya semakin efektif dan inovatif, sehingga dapat terus mencetak generasi yang unggul,” tutur Kikik menutup pembicaraan.
Kisah Siti Rizqiyatul Hasanah diharapkan dapat memberi motivasi bagi pelajar lainnya untuk tetap fokus pada tujuan dan dapat meraih keberhasilan. Dengan menemukan metode belajar yang tepat, rintangan sesulit apa pun dalam menghafal akan terasa ringan. [ANF.Red]
Nama : Siti Rizqiyatul Hasanah
Alama : Kalisat, Jember
Hobi : Menulis
Lembaga : SMA Nuris Jember
Kelas Formal : XII IPS 2
Kelas Diniayh : 3C Tsaniyah
Prestasi : Khatam 16A kitab (Hidayatus Shibyan, Tarbiyatus Shibyan, Ta’limul Muta’allim, Aqidatul Awam, Hujjah NU, Jauharotut Tauhid, Taqrib, Fathul Qorib, Luqmatus Shaighoh, Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah 250 Bait, Amtsilah Tasrifiyah, Kailani, Maksud, Fiqih Tradisionalis)
