Tautkan Impian Medis di Unair lewat Keberkahan Al-Qur’an, Siswi Kelas IX I Guna Imanda Amalia Kokohkan Hafalan 7 Juz

Lumpuhkan Belenggu Kantuk dan Rasa Malas, Santriwati Kelahiran Maesan Ini Teguhkan Niat demi Persembahkan Mahkota Kemuliaan

Pesantren Nuris — Internalisasi nilai-nilai keilahian melalui interaksi intensif bersama Al-Qur’an terbukti menjadi katalisator utama dalam membentuk ketahanan mental serta keluhuran cita-cita santri di era kontemporer. Menjelang momentum selebrasi capaian akhir tahun ajaran, panggung prestasi madrasah kembali dihangatkan oleh kisah inspiratif tentang sebuah konsistensi batin. Imanda Amalia, siswi kelas IX I Guna yang menempuh studi di bawah naungan MTs Unggulan Nuris, sukses mengukir pembuktian nyata dengan mengamankan ingatan sucinya hingga menembus capaian 7 juz.

Dara santun yang akrab disapa Manda ini merupakan figur pembelajar yang berasal dari kawasan Maesan, Bondowoso. Di balik karakternya yang gemar membaca, alumni SDN Gunungsari 1 ini menyimpan proyeksi masa depan yang sangat matang dan terarah. Manda menaruh impian besar untuk menembus seleksi di salah satu kampus kesehatan terbaik, Universitas Airlangga (Unair). Baginya, profesi dokter bukan sekadar gelar prestisius, melainkan sebuah medium untuk mengulurkan tangan kemanusiaan. Fondasi hafalan 7 juz yang didekapnya saat ini dipersiapkan sebagai benteng moralitas yang kokoh guna mengiringi langkahnya di dunia kedokteran kelak.

Metode yang diadopsi Manda dalam menyatukan untaian ayat ke dalam sanubari bertumpu pada ketelitian membaca tingkat tinggi. Ia menerapkan skema membaca saksama (visual intensive internalizing) secara berulang-ulang, untuk kemudian dihafalkan lembar demi lembar secara bertahap. Melalui pendekatan yang disiplin ini, Manda berhasil menorehkan pengalaman paling berkesan selama proses karantinanya, yaitu kemampuan mengalirkan bacaan secara lancar tanpa adanya hambatan atau keluhan teknis yang berarti.

Kendati demikian, grafik perjuangannya tidak luput dari titik nadir akibat kelelahan fisik dan fluktuasi fokus. Santriwati asal Bondowoso ini mengakui secara terbuka bahwa bertarung melawan dinamika asrama membutuhkan komitmen yang besar. “Kesulitan terbesar yang paling sering menguji konsistensi saya adalah ketika rasa malas dan kantuk mulai datang menyerang, yang secara otomatis membuat proses menghafal terasa jauh lebih berat,” tuturnya dengan jujur.

(Baca juga : Kepiawaian Menabuh Darbuka, Muhammad Raihan Maulana Antarkan MTs Unggulan Nuris Jadi Juara 1 Festival Hadrah)

Namun, riak tantangan tersebut berhasil dihalau berkat adanya orientasi batin yang luhur. Motivasi fundamental yang membuat Manda pantang mengambil langkah surut adalah kerinduan mendalam untuk memuliakan orang tuanya. Ia memegang janji suci untuk mempersembahkan hadiah terbaik di akhirat kelak dalam bentuk mahkota kemuliaan, sekaligus membawa kebahagiaan sejati bagi ayah dan bundanya selama di dunia.

Sebagai refleksi atas tuntasnya masa studi di jenjang tsanawiyah, Manda menitipkan pesan batin untuk perbaikan kualitas dirinya sendiri serta harapan besar bagi statusnya sebagai seorang hafidzah. “Pesan untuk diri saya sendiri, semoga ke depan bisa bertransformasi menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi dan semakin rajin. Harapan terbesarnya, semoga saya bisa istiqomah melakukan murojaah setiap hari pada ayat-ayat yang telah dihafal karena hafalan ini harus terus dijaga sampai nanti, sehingga bisa menjadi hafidzah yang membanggakan orang tua,” pungkasnya penuh ketulusan. Berbekal mentalitas yang mandiri, target akademik yang tegas, dan modal spiritualitas di pundak, Imanda Amalia siap melangkah mantap menuju gerbang pendidikan selanjutnya.{SM.RED}

 

Nama Lengkap     : Imanda Amalia 

Alamat Asal          : Maesan, Bondowoso

Lembaga & Kelas : IX I/MTs Unggulan Nuris Jember 

Prestasi                  : Tahfizh 7 Juz

Related Post