Nuris Berkabung, Sosok Ibu dan Pemimpin Itu Telah Berpulang

Nuris Berkabung, Sosok Ibu dan Pemimpin Itu Telah Berpulang

Pesantren Nuris – Seluruh sivitas akademika dan keluarga besar Pesantren Nuris Jember berkabung. Hari Selasa (31/1) kemarin, Nuris kehilangan sosok ibu dan pemimpin senior, Ibu Ennyk Suhartini.

Setelah cuti selama lebih dua bulan sejak akhir November 2016 lalu, akhirnya Ibu Ennyk berpulang ke rahmatullah. Penyakit yang didera tak kuasa untuk disembuhkan. Melalui pengobatan medis dan alternatif telah dilalui, namun akhirnya sampai juga di akhir pengabdiannya di kampus Pesantren Nuris Jember.

(Baca juga: Momen Perpisahan Mr. Rohan, Seluruh Siswa Bersedih )

Guru Ekonomi dan Akuntansi, mantan Waka Kesiswaan SMK Nuris Jember adalah sosok guru senior di Nuris. Banyak pengalaman dan jabatan strategis yang pernah dicapainya seperti Kepala Perpustakaan Nuris. “Dia adalah sosok ibu, teman, dan pemimpin yang tegas. Saat ini kami sangat kehilangan. Semoga beliau ditempatkan di sisi yang terbaik oleh Allah SWT.” Kata Irfan, alumni SMK Nuris Jember, mantan ketua OSIS masa bakti 2014/2015.

“Bahkan di saat awal Beliau terkena penyakit kanker serviks dan check up secara berkala ke dokter, Ibu Ennyk masih terus melaksanakan tugasnya sebagai Waka Kesiswaan SMK Nuris Jember. Hingga akhirnya, beliau meminta cuti untuk penyembuhan penyakitnya sehingga jabatannya diganti oleh juniornya sekaligus mantan muridnya di SMK yakni, Anwar Sanusi, ST. Salut atas perjuangannya.” Ungkap Faizal, Koordinator Kesiswaan Nuris Jember.

Segenap guru di Pesantren Nuris Jember melayat ke rumah duka di Jalan Brantas Jember. Mereka bersama-sama menghantarkan beliau ke liang. Sebelumnya, Beliau disalatkan di Masjid dekat rumahnya, dan langsung dipimpin oleh Syaikhul Ma’had Pesantren Nuris jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad.

(Baca juga: Roket Paralangit Karya Siswa Nuris Menembus Awan )

Seluruh keluarga besar Kyai dan Nyai Hj. Fatimah turut hadir dan mendoakan kepergian Ibu Ennyk. Turut pula Pengasuh Pesantren Nuris Jember, Gus Robith Qoshidi beserta istri, Ning Laylatul Happy Dian. Selain itu hadir pula Gus Rahmatullah Rijal dan Ning Hasanatul Kholidia.

Setelah mendoakan dan melepas almarhumah Ibu Ennyk ke liang, Kyai Muhyiddin mengatakan, “Mohon kepada seluruh warga dan teman-teman guru untuk memaafkan jika beliau pernah khilaf kepada kita. Beliau adalah orang baik dan taat dalam belajar agama. Semoga beliau dan pengabdiannya di Nuris mendapat pahala serta ditempatkan di sisiNya bersama orang yang saleh. Amin.”[AF.Red]

16472862_781153415369394_7582948915263439378_n

Related Post