Ayu Novitasari: Menulis itu Prioritas dan Kebutuhan

Penulis: Tia dan Fella

Tidak semua orang terampil dalam menulis. Semakin sering menulis, maka kemampuan menulis akan semakin baik. Salah satu bentuk tulisan adalah cerpen. Sebagai salah satu bentuk karya sastra menulis cerpen bukanlah hal yang mudah. Lantas bagaimana dengan siswa SMA Nuris Jember yang satu ini? Berikut merupakan hasil wawancara Fela dan Tia, anggota ekstrakurikuler Jurnalistik Website Nuris dengan ayu Novita Sari, siswa SMA Nuris Jember yang  handal menulis cerpen.

Hal apa yang membuat Anda suka menulis?

Menurut saya, menulis bukan berkaitan dengan masalah suka atau tidak suka melainkan prioritas. Prioritas adalah yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain. Jadi, saya berfikir harus menulis dan menulis. Apabila menulis sudah menjadi prioritas kita, maka hal itu dapat dengan mudah dilakukan. Terlebih menulis menjadi kebutuhan.

(baca juga: Astronomi Bukan Hal yang Menakutkan)

Bagaimana cara menulis cerpen yang baik?

Menurut saya, untuk bisa menulis tidak butuh teori atau materi saja. Misalnya, kesesuaian judul dengan tulisan, ketepatan menggunakan ejaan, juga kesatuan,kepaduan,dan kelengkapan dalam setiap paragraf. Dalam menulis kita juga bisa mengekspresikan suatu cerita  dari apa yang kita lihat, kita baca, dan kita rasakan. Oleh karena itu, menulis itu secara spontan akan terfikir oleh kita.

Tema apa saja yang menarik untuk cerpen?

Untuk menulis cerpen, kita bisa memilih dari hal-hal yang kita suka misalnya mitologi. Mitologi adalah kajian tentang mitos atau himpunan mitos-mitos. Misalnya juga fabel, yaitu cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Jadi, tema yang menarik adalah tema yang mampu menggambarkan apa yang sedang penulis pikirkan sehingga lebih mudah untuk mengekspresikan.

Bagaimana untuk memilh pilihan kata yang baik?

Menurut saya, kita harus memperbanyak baca, dengan membaca novel,cerpen atau majalah. Sebab, dengan banyak membaca akan menambah wawasan dan dapur kosa kata kita dalam menulis. Membaca adalah jendela dunia benar adanya. Semakin sering membaca kosa kata yang kita miliki semakin banyak, sehingga memudahkan kegiatan menulis.

Bagaimana cara menggambarkan latar dalam cerpen?

Di dalam unsur cerita ada tiga macam latar. yaitu pertama, latar waktu yaitu saat dimana tokoh ataupun si pelaku melakukan suatu kejadian dalam cerita yang sedang terjadi. Kedua, latar tempat yaitu dimana tempat tokoh mengalami kejadian di dalam cerita. Terakhir, latar suasana yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh melakukan sesuatu. Penulisan unsur juga disesuaikan dengan tokoh dalam cerita dan pilihan kata yang sesuai.

(baca juga: Pidato Bahasa Arab Bukan Hal yang Sulit)

Seperti apa kisah yang menarik itu?

Menurut saya, kisah yang menarik itu kisah yang masih belum ada atau jarang dikisahkan yang membuat pembaca tertarik dan penasaran untuk membacanya. Kisah tersebut dapat kita jadikan akar untuk membuat kisah-kisah selanjutnya.

Penulis merupakan siswa MA Unggulan Nuris yang juga aktif sebagai anggota ekstrakurikuler Jurnalistik Website Pesantrennuris.net.

Related Post