Biasa Tegap di Lapangan Paskibra, Widiah Qurratul ‘Aini Siswi SMA Nuris Jember Kini Kokoh Raih Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran

Ketekunan Belajar Autodidak Hantarkan Remaja Asal Dawuhan Situbondo Ini Tembus Podium Juara Nasional

Pesantren Nuris – Keberanian untuk keluar dari zona nyaman kembali membuahkan hasil manis bagi salah satu siswi SMA Nuris Jember. Widiah Qurratul ‘Aini, siswi kelas XI MIPA 2, sukses menorehkan namanya pada olimpiade tingkat nasional. Gadis yang akrab disapa Widiah ini berhasil meraih Medali Perunggu dalam ajang Olimpiade Kedokteran “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia pada 19 April 2026 lalu.

Capaian ini terbilang luar biasa mengingat Widiah harus bersaing dengan ratusan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dalam disiplin ilmu yang sepenuhnya baru bagi dirinya. Keputusan Widiah untuk terjun ke ranah olimpiade ini didasari oleh keinginan kuat untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Sebelumnya, remaja asal Dawuhan, Situbondo juga mengikuti kompetisi di bidang kebahasaan. Namun, didorong oleh impian besarnya yang ingin mengabdi sebagai seorang perawat di masa depan, ia memantapkan langkah untuk menjajal Olimpiade Kedokteran.

Di sisi lain, ada motivasi unik sekaligus menyentuh yang membakar semangat juangnya selama masa persiapan lomba. “Jujur, awalnya saya sering melihat foto teman-teman lain yang berprestasi dipajang di banner sekolah. Dari situ muncul keinginan kuat di dalam hati, saya juga ingin seperti mereka, bisa berprestasi dan membanggakan orang-orang di sekitar saya,” ungkap Widiah.

(Baca juga : Perjuangan Santri Asal Madura, Kayla Berhasil Menyelesaikan 6 Kitab di SMA Nuris Jember)

Bagi Widiah olimpiade bidang kedokteran ini tentu bukan perkara mudah. Anggota aktif ekstrakurikuler Paskibra SMA Nuris Jember ini mengaku sempat terkejut saat berhadapan langsung dengan lembar soal olimpiade. Tingginya tingkat kesulitan materi kedokteran yang belum pernah ia dapati di kelas reguler menjadi tantangan terbesar selama kompetisi.

Guna menyiasati keterbatasan materi tersebut, Widiah mengandalkan kegigihannya dengan melakukan belajar secara mandiri. Ia memanfaatkan waktu luangnya untuk mencari modul-modul kedokteran di internet serta konsisten berlatih membedah soal-soal latihan secara autodidak.

“Waktu pengerjaan lomba kemarin saya sempat kaget karena soal-soalnya ternyata sangat sulit. Apalagi saya memang belum pernah mempelajari materi kedokteran sebelumnya. Untungnya, sebelum hari H saya sempat mencari berbagai materi medis di internet dan mengerjakan latihan soal secara mandiri,” kenang siswi yang dikenal disiplin ini.

Pengalaman berkompetisi di tingkat nasional ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi Widiah. Mengisi masa remaja dengan kegiatan yang produktif dan kompetitif menghadirkan kebahagiaan tersendiri di hatinya.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa memiliki pengalaman berharga ini di masa remaja. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih yang tak terhingga untuk orang tua, guru-guru di SMA Nuris Jember, serta teman-teman yang tidak pernah lelah mendukung saya dalam melakukan hal positif apa pun, termasuk dalam mengikuti perlombaan ini,” tuturnya.

Pencapaian medali perunggu di Pekan Sains Pelajar Indonesia ini menjadi pematik semangat baru bagi Widiah. Menatap agenda kompetisi ke depan, ia menyimpan tekad besar untuk mengevaluasi proses belajarnya agar tampil lebih matang. Harapan terbesarnya adalah bisa kembali bertanding di ajang berikutnya, terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, hingga mampu menembus podium tertinggi dan membawa pulang medali emas untuk almamater tercinta. [ANF.Red]

 

Nama                   : Widiah Qurratul ‘Aini

Cita-cita              : Perawat

Alamat                 : Dawuhan, Situbondo

Kelas                   : XI MIPA 2

Lembaga             : SMA Nuris Jember

Prestasi               : Medali Perunggu Olimpiade Kedokteran “Pekan Sains Pelajar Indonesia” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Generasi Maju Indonesia

Riwayat Prestasi : Medali Perak Olimpiade Bahasa Indonesia “Kompetisi Nasional Indonesia 13” Tingkat Nasional diselenggarakan oleh Kompetensi Nasional Indonesia (Widiah Qurratul A) _19 April 2026

 

Related Post