Berprestasi jadi Penyemangat Belajar dan Tingkatkan Pengalaman Berkompetisi di Kancah Nasional
Pesantren Nuris – Adam Fachrizal Alfadaukas berhasil meraih medali perak olimpiade matematika ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh PUSKASNAS pada 03 Mei 2026 kemarin. Torehan prestasi ini menambah rekor prestasi lembaga MA Unggulan Nuris di tahun pelajaran 2025/2026 di kancah nasional.
Santri asal Silo, Jember ini mampu menuntaskan 50 soal jenis pilihan ganda yang terbilang rumit hingga akhirnya menjadi salah satu peraih medali perak dengan membanggakan. KSN 2026 tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah se-Indonesia. Ia harus berjibaku dengan waktu yang terbatas untuk mendapat skor maksimal hingga berbuah medali.
“Matematika memang menjadi mata pelajaran yang saya sukai daripada pelajaran lainnya. Meski banyak orang menganggap ini pelajaran yang sulit dan membosankan, tetapi bagi saya justru di situ tantangannya. Matematika dapat melatih nalar logika serta butuh ketekunan untuk menyelesaikan setiap persoalannya.” Tukas Adam, sapaan akrabnya.
(baca juga: Medali Emas Olimpiade Nahwu Sharraf Santri Pedia 2026, Prestasi Nasional Kebanggaan Santri MA Unggulan Nuris)
Berada di kelas unggulan sains menjadi pilihan tepat bagi santri yang duduk di kelas X F MA Unggulan Nuris tersebut. Di sana ia banyak belajar mata pelajaran sains seperti kimia, fisika, biologi, dan matematika. Dengan dukungan guru profesional dan metode ajar aktual serta pendekatan fun learning semakin membuat Adam kesemsem mendalami keilmuan tersebut.
“Ke depan saya harus lebih disiplin belajar agar bisa meraih medali emas. Dengan prestasi ini tak lantas membuat saya puas dan stagnan. Saya harus kembali beranjak bersama para guru dan teman-teman untuk membanggakan orang tua dan MA Unggulan Nuris tercinta.” Imbuhnya.
Remaja kelahiran Juni 2010 ini bercita-cita menjadi seorang dosen matematika yang andal. Dengan impian yang cukup tinggi tersebut membuatnya harus banyak mempersiapkan diri baik secara mental maupun moral. Baginya seorang dosen bukan sekadar tenaga pengajar, tetapi harus mampu membuahkan sesuatu yang berdampak dan tekun meneliti.
Putra dari bapak M. Abdus Salam ini juga meyakini bahwa “jika ingin mendapatkan prestasi, harus tetap semangat menjalani pembelajaran”. Menjelang akhir semester genap tahun ajaran 2025/2026 ini, ia sangat antusias menapaki jejak sebagai santri kelas XI ke depan dan berharap kembali meraih prestasi gemilang yang lebih membanggakan.[AF.Red]
