DO RE MI FA SO LA SI DO itu BAJAKAN

Oleh : Luluk Firdausiyah/MN

Masyarakat hilir mudik mengikuti perkembangan musik. Musik menjadi solusi utama menjadi bagi mereka yang sedang melow. Musik mendarah daging di jiwa setiap insan. Musik menberimagic kuat bagi penikmatnya. Mereka pecinta musik selalu menikmati musik yang sesuai dengan alirannya dan selalu searching musik trend saat ini. Mereka berfikir musik yang mengerti diri mereka.

Baca juga : (Ekonomi Kerakyatan Berbasis Budaya Lokal Langkah Solusi Bagi Masyarakat Kawasan Hutan)

Tapi, apakah anda mengetahui pelopor musik pertama? Salah, kalian berfikir musik itu di pelopori orang Yunani, salah benar kalian berfikir musik itu dari India. Sekedar wacana, jika musik dipelopori saudara kita yang memiliki intelektual tinggi jauh sebelum kita ada.

Kita kupas musik ini menjadi bersih. Dari hal kecil, dimulai dari tangga nada yang sekarang menjadi dasar notasi musik. Fakta penting ini di ungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuan dan komponis Prancis, dalam bukunya, Essai Sur La Musique Ancienne et Moderne (1780).

La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana muslim. Notasi itu terdiri atassilabels (yangkita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad arab ini kemidian ditransliterasikan oleh ilmuan Eropa ke dalam bahasa latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai Himne St. John.

Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik itali Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido’s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-AndreVilloteau (1759-1839), mengambil sikapseperti La Borde, yakni mengakui bahwa solisasi adalah ciptaan orang-orang islam.

La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido’s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido’s Hand tidak lebih contekan Guido Arrezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Muslim.

“Secara fisik, tampilan somisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiruoleh Guido Arezzo,” tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuan muslim dan somisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian yang diakui sebagai notasi musik hingga kini.

Subhanallah, mereka mengakui jika musik temuan sarjana Muslim. Apakah hati anda tidak tergugah dengan ulasan yang dipaparkan La Borde? Semoga hati anda tersentuh dan anda mampu mengplikasikan musik di jalan yang diridhai Allah. Amin.

Related Post